SENI RUPA : Semangat Baru di Balik Kibaran Bendera pada Tiang Bendera Baru Perdana Upacara Bendera SDN 72 Ntobo Kota Bima
Gemini berkat
Kota Bima, 06 April 2026 – Suasana pagi di lereng perbukitan Ntobo tampak berbeda dari biasanya. Matahari awal April menyapa dengan hangat, mengiringi langkah kaki ratusan siswa-siswi SDN 72 Ntobo yang kembali memadati halaman sekolah. Hari ini bukan sekadar Senin biasa; ini adalah momen perdana pelaksanaan program SENI RUPA (Senin Ceria Upacara Bendera Pagi) setelah jeda panjang libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
Setelah beberapa hari sebelumnya aktivitas dimulai dengan apel pagi gabungan untuk koordinasi transisi pasca-libur, hari ini sekolah secara resmi menggelar upacara bendera penuh. Momen ini menjadi kian spesial karena untuk pertama kalinya, sang saka Merah Putih dikibarkan di tiang bendera baru yang kini berdiri tegak dan megah di tengah lapangan, simbol pembaruan semangat dan kemajuan infrastruktur sekolah.
Kolaborasi Petugas Kelas Atas yang Memukau
Keberhasilan upacara perdana ini tidak lepas dari peran luar biasa siswa-siswi Kelas V dan Kelas VI. Bertindak sebagai petugas upacara, mereka menunjukkan performa yang patut diacungi jempol. Tim pengibar bendera melaksanakan tugasnya dengan langkah yang sinkron dan mantap, memastikan kain Merah Putih mencapai puncak tiang tepat saat nada terakhir lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Kedisiplinan yang ditunjukkan oleh para siswa kelas atas ini menjadi standar nyata bagi adik-adik kelas mereka tentang arti sebuah tanggung jawab.
Amanat Kepala Sekolah: Menjaga Hati, Menjaga Lingkungan
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SDN 72 Ntobo, Ibu Siti Nurhana, S.Pd., mengawali amanatnya dengan ucapan syukur dan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh keluarga besar sekolah. Dalam narasinya yang penuh kewibawaan, beliau menekankan bahwa fasilitas baru—seperti tiang bendera yang digunakan hari ini—harus dibarengi dengan semangat menjaga lingkungan.
"Tiang bendera kita baru, semangat kita pun harus baru. Saya meminta kepada seluruh anak-anakku tanpa terkecuali, jadikan kebersihan lingkungan sekolah sebagai tanggung jawab bersama. Sekolah yang bersih adalah cerminan hati yang fitri," pesan Ibu Siti Nurhana.
Pesan Pamungkas: Tiga Pilar Keberhasilan
Lebih lanjut, Ibu Siti Nurhana menitipkan pesan mendalam sebagai bekal siswa menghadapi sisa semester ini. Beliau menekankan pentingnya "Tiga Hal Utama" yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap murid SDN 72 Ntobo:
Sholat: Sebagai fondasi karakter dan bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta.
Ngaji: Untuk memperdalam ilmu agama dan menjaga identitas sebagai generasi yang Qur'ani.
Belajar Ilmu Pengetahuan: Sebagai senjata utama untuk meraih cita-cita dan memajukan bangsa di masa depan.
Beliau menutup amanatnya dengan harapan agar momentum Idul Fitri 1447 H ini menjadi titik balik bagi siswa untuk lebih tekun. Upacara ditutup dengan doa bersama, disusul dengan tradisi bersalaman yang menambah kehangatan suasana Senin Ceria kali ini.